Bonus

Headlines News : Forex-Indonesia.net adalah IB dan partner Broker Forex FBS Market di Indonesia.

Earn risk-free

Home » , , » Tips Memilih Time Frame Trader Yang Tepat

Tips Memilih Time Frame Trader Yang Tepat

Written By Mr. Forex Pro on Sabtu, 19 Desember 2015 | 09.14

Tips Memilih Time Frame Trader Yang Tepat
Pada dasarnya pengguna time frame  dibedakan mejadi 2 macam bagian berbeda, traderjangka pendek dan trader jangka panjang. Kedua jenis trader ini menunjukkan bahwa time frame bisa digunakan oleh mereka yang ingin mendapatkan profit yang cepat maupun mereka yang ingin mengambil profit besar dengan sabar menunggu. Lebih jauh lagi, perbedaan penggunaan time frame juga tidak terlepas dari strategi yang berbeda masing-masing tradernya.
Semua jenis time frame memiliki potensi untuk memproleh profit meskipun pada kenyataannya trading jangka panjang lebih bonafit dibandingkan jangka pendek. Akan tetapi hal tersebut harus disesuaikan dengan sifat Anda dan bagaimana strategi yang nyaman digunakan. Pada kesempatan ini Anda akan diajak untuk mengetahui bagaimana tips yang tepat memilih time frame.
  1. Metode price action
Trader yang menggunakan metode ini memiliki waktu yang lama untuk memasuki dan keluar pasar. Sebab, proce action tidak memiliki indikator untuk melihat sinyal trend, yaitu sinyal yang biasa dianggap sebagai keadaan yang menguntungkan bagi para trader. Mereka cenderung memiliki pengetahuan dasar yang cukup banyak tentang analisa fundamental. Pengguna price action lebih teliti dibanding pengguna strategi lainnya.
Oleh karena itu jenis time frame yang paling tepat adalah harian, mingguan, atau bahkan bulanan. Pengguna price action akan memiliki pertimbangan yang matang dan mengedepankan kualitas trading daripada kuantitas. Adanya pertimbangan ini dikarenakan pengalaman mereka terhadap beberapa pergerakan pasar yang sering terjadi noise dalam waktu yang singkat.
Pada dasarnya pengguna time frame akan melakukan banyak cara untuk mengambil posisi terbaik. Bahkan beberapa di antaranya mempertaruhkan posisi hingga keadaan swap. Sifat ini biasanya dimiliki oleh banyak trader profesional yang memiliki segudang pengalaman. Selain itu mata uang juga menentukan sejauh mana mereka akan bergerak mengambil posisi.

  1. Metode sclapter
Berbeda dengan pengguna price action, ada jenis trader yang memiliki kecenderungan memasuki pasar dengan frekuensi yang cukup tinggi. Mereka beranggapan bahwa setiap sinyal merupakan kesempata yang harus dimanfaatkan oleh sebuah transaksi. Mereka ini tidak lain adalah sebutan untuk sclapting. Intinya mereka bergerak atas dasar kemunculan sinyal yang terjadi setiap tradingnya.
Metode yang cocok bagi para sclapter adalah time frame jangka pendek. Mereka menggunakan waktu trading 15 menit, 30 menit, hingga 2 jam. Fokus utama pada jangka pendek adalah pergerakan pasar yang sangat dinamis. Mereka berpikir bahwa satu kali pergerakan mampu menembus ratusan pips yang tidak mungkin didapatkan dengan metode jangka panjang.
Selain itu ada beberapa trader yang tidak mau kehilangan banyak modal sehingga mereka hanya mampu untuk trading jangka pendek saja. Mereka adalah trader yang cepat puas dan tidak memiliki banyak ambisi. Ketakutan tersebut biasanya diakibatkan kurangnya pengetahuan mereka akan pergerakan pasar. Jika terjadi kerugian, trader jenis ini akan cepat merasa putus asa.
  1. Metode stop loss
Stop loss merupakan salah satu cara manajemen resiko di mana seorang trader akan menentukan kapan dia masuk dan memesan kapan dia akan keluar pasar. Metode ini cukup banyak digunakan para pemula untuk menghindari kerugian pada awal transaksi. Mereka memiliki tingkat percaya diri yang lebih besar bila dibandingkan dengan sclapter.
Trader yang terbiasa menggunakan metode ini cocok pada time frame jangka pendek. Sebab, stop loss memiliki keuntungan dalam menentukan pergerakan yang tidak diduga. Selain itu mereka bisa menggeser posisi bila meilhat kemungkinan pasar sedang tidak profit. Trader jenis ini tidak begitu lancar dalam membaca kondisi yang terjadi di pasar. Orientasinya juga lebih banyak terletak pada mengembalikan modal.
Namun ada beberapa yang menggunakan metode stop loss jangka panjang. Hal ini berkaitan dengan perkiraan trader yang memiliki pengetahuan yang cukup besar. Cara yang digunakan mereka adalah membuat prediksi terlebih dahulu lalu menentukan posisi. Hal ini dikarenakan mereka akurasi yang cukup tinggi untuk menentukan keberhasilan dalam mengambil posisi sehingga kerugian lebih bisa dikurangi. Mereka juga pandai dalam menentukan mata uang awal dan hanya membuka beberapa posisi dengan batasan resiko.

Share this article :

FBS - broker Forex yang bisa dipercaya

Dapatkan keuntungan di Forex dengan adalah FBS mudah dan nyaman! Kami selalu menawarkan kondisi terbaik di pasar Forex untuk trader pemula dan trader yang sudah punya pengalaman. FBS adalah broker yang ideal untuk memulai kehidupan Anda di Forex. FBS terus berkembang dan telah menjadi pemimpin di pasar Asia. Trader kami telah mendapatkan jutaan dolar di Forex, jadi buktikan sendiri saja!

Entri Populer