Bonus

Headlines News : Forex-Indonesia.net adalah IB dan partner Broker Forex FBS Market di Indonesia.

Earn risk-free

Home » , , , » Teknik Identifikasi Trend Menggunakan Sumbu Candlestick

Teknik Identifikasi Trend Menggunakan Sumbu Candlestick

Written By Mr. Forex Pro on Selasa, 15 Desember 2015 | 00.28

Teknik Identifikasi Trend Menggunakan Sumbu Candlestick
Trading forex dikenal sebagai salah satu bisnis yang cukup sulit untuk dipelajari. Selain menggunakan grafik yang cukup rumit, juga terdapat banyak komposisi yang harus diketahui oleh trader. Mulai dari penggunaan indikator, membaca sinyal hingga mengenal trend yang terjadi pada grafik tersebut.  Cara ini yang biasanya dikenal dengan analisa teknikal.
Penggunaan analisa teknikal lebih mudah dibandingkan dengan analisa fundamental. Karena pada analisa ini anda hanya perlu melihat history trend untuk menentukan trend di masa yang akan datang. Untuk mengetahuinya anda wajib mengenal signal trend menggunakan beberaa indikator. Pada dasarnya sinyal trend memiliki 3 kategori yang berbeda, ada yang up trend, down trend, maupun sideways. Tidak selamanya keuntungan diperoleh dari trend yang bergerak naik, tetapi bisa juga dengan trend ketika semakin menurun.
Selain indikator, candle stick juga bisa digunakan sebagai penentu sinyal trend yang baik. Cara yang digunakan juga cukup mudah, karena telah terlihat pada grafik secara langsung. Pergerakan trend bisa dibaca melalui sumbu yagn terdapat pada candle stick. Pada kesempatan ini Anda akan belajar untuk mengidentifikasi sebuah trend pada grafik tersebut. Untuk lebih jelasnya Anda akan diberikan tampilan grafik h1 pada pair GBP/JPY.
Menentukan uptrend
Grafik candle stick di atas menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Beberapa di antaranya dipenuhi oleh sumbu yang telah diberikan tanda persegi panjang. Untuk menentukan sinyal uptrend Anda bisa melihat dari sumbu yang di bawah grafik. Jika Anda melihat dengan seksama, setelah sumbu terbawah, kemudian harga akan bergerak naik kembali. Fenomena ini yang disebut dengan uptrend.
Prinsipnya terletak pada sumbu paling bawah. Jika belum terlalu bawah, maka pasar biasanya masih memiliki indikasi untuk bergerak turun. Selain itu grafik h1 memiliki keunggulan bagi trader untuk melakukan backtest pada uptrend. Sebab sinyal uptrend bisa berubah-ubah. Semakin sering melakukan backtest Anda akan bisa melihat sumbu mana yang paling bawah agar bisa berbalik ke keadaan profit.
Menentukan downtrend
Jika pada uptrend ditentukan oleh keadaan sumbu yang laing bawah, maka downtrend sebaliknya. Ketika sumbu candle stick mengalami posisi tertinggi, bisa dipastikan bahwa posisi harga selanjutnya akan semakin menurun hingga titik terendah. Akan tetapi Anda tidak perlu kuatir ketika sedang berada di posisi ini. Anda bisa menggunakan hedgign untuk mengatur resiko atau cut loss agar tidak rugi banyak. Ada baiknya untuk mengambil posisi beli ketika Anda melihat sinyal downtrend tersebut.
Yang perlu diperhatikan saat downtrend adalah sumbu yang muncul benar-benar harus tertinggi. Pasalnya salah menentukan posisi downtrend akan membuat Anda kehabisa modal karena membeli harga yang tinggi dan kemudian beberapa saat harga tersebut mengalami penurunan. Misalkan ketika Anda mengiri bahwa harga GBP/JPY pada titik 1500.03 adalah sumbu tertinggi, maka pada pasar berikutnya Anda akan mencoba untuk mengambil posisi jual. Kenyataannya, sumbu tersebut masih bergerak naik, tetapi dalam beberapa menit turun. Maka Anda akan menerima sejumlah kerugian.
Pada gambar di atas, Anda melihat bahwa sinyal trend tidak banyak muncul. Maka, seorang trader membutuhkan sikap kehati-hatian untuk menentukan posisi. Jika salah memprediksi, bisa jadi mereka akan kalah dalam jangka waktu yang lama. Cobalah untuk terus belajar hingga Anda mengerti kapan waktu yang tepat untuk masuk ke dalam pasar.
Untuk membaca grafik pergerakan trend anda membutuhkan latihan dan jam terbang yang tinggi. Lakukan ini dengan cara terus memperbaiki posisi trading anda. Mencoba berbagai signal hingga mendapatkan signal paling tepat dengan anda dan terus menganalisa dengan jeli bagaimana grafik ini akan bergerak naik atau turun. Pastikan berdasarkan indikator yang anda gunakan, anda memperoleh posisi yang tepat untuk melakukan open posisi sehingga meskipun rugi tidak akan terlalu banyak dan lebih banyak peluang untuk mendapatkan keuntungan.

Meski banyak trader yang patah semangat untuk menggunakan analisa teknikal yang cukup rumit ini, tetapi banyak juga trader yang cukup sabar dan memberikan hasil yang memuaskan. Mereka mendapatkan keuntungan yang melimpah karena tidak gegabah dalam mengambil posisi. Selamat berjuang dan semoga sukses.
Share this article :

FBS - broker Forex yang bisa dipercaya

Dapatkan keuntungan di Forex dengan adalah FBS mudah dan nyaman! Kami selalu menawarkan kondisi terbaik di pasar Forex untuk trader pemula dan trader yang sudah punya pengalaman. FBS adalah broker yang ideal untuk memulai kehidupan Anda di Forex. FBS terus berkembang dan telah menjadi pemimpin di pasar Asia. Trader kami telah mendapatkan jutaan dolar di Forex, jadi buktikan sendiri saja!

Entri Populer