Bonus

Headlines News : Forex-Indonesia.net adalah IB dan partner Broker Forex FBS Market di Indonesia.

Earn risk-free

Home » , , » Perbedaan Trader Dan Analis Bisnis Forex

Perbedaan Trader Dan Analis Bisnis Forex

Written By Mr. Forex Pro on Sabtu, 26 Desember 2015 | 01.02

Perbedaan Trader Dan Analis Bisnis Forex
Pada bisnis Forex para pihak yang ikut serta bisa dibedakan menjadi 2 jenis menurut tindakan yang diambil. Pertama adalah trader dan kedua adalah seorang analis. Akan tetapi seringkali seseorang menganggap keduanya memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama. Maka dari itu biasana seorang trader juga sering menjalankan tugas sebagai seorang analis. Ketidaktahuan perbedaan ini akan membuang banyak waktu bagi Anda dalam bisnis Forex.
Misal ketika sedang berkumpul membahas sebuah pergerakan pasar ada yang membahas rilis berita dari berbagai macam mata uang atau jumlah trading yang paling menguntungkan, pastikan bahwa dia adalah seorang analis. Biasanya orang yang mengambil pokok trading yang disebut sebagai trader. Untuk lebih jelasnya di bawah ini adalah perbedaan antara analis dan trader.
  1. Gaji
Pertama Anda bisa melihat gaji yang didapatkan dari kedua pihak. Untuk trader gaji sangat tergantung dari komisi yang didapatkan ketika trading, baik profit maupun loss. Trader juga bisa memperoleh modal dari investor yang tidak terbatas. Bahkan trader profesional mampu mendirikan perusahaan pialang untuk mengakomodir banyaknya jumlah klien. Akan tetapi ada juga trader yang hanya mengurus 1 rekening miliknya pribadi.
Sedangkan analis adalah seseorang atau kelompok yang bekerja pada sebuah perusahaan. Umumnya gaji mereka sudah diatur oleh perusahaan yang bersangkutan. Rentang gajinya terbatas hanya pada pengalaman dan prestasi kerja. Biasanya mereka tidak mengambil klien karena fokus mencari segala informasi yang berhubungan dengan seluruh mata uang. Bagi mereka yang menjadi trader, hanya mengurusi  rekening pribadi mereka untuk waktu luang.
  1. Waktu
Waktu yang diperlukan berbeda antara trader dengan analis. Trader memiliki waktu yang lebih fleksibel dari seorang analis. Sebab, mereka biasanya bergerak atas hasil prediksi seorang analis. Selain itu, mereka akan masuk dan keluar pasar sesuai dengan target yang telah ia atur sebelumnya. Mereka memakai waktu trading hanya bila pasar bisa diprediksi dan menghasilkan sinyal trend.
Berbeda dengna trader seorang analis harus menggunakan waktuna secara ekstra untuk emnentukan analisa sebuah pasar. Sebab, hasil analisa inilah yang digunakan sebagai patokan ketika para trader memasuki pasar. Tidak hannya satu, mereka melakukan analisa terhadap semua kondisi pasar. Meski demikian, biasanya tugas ini dibagi dnegna beberapa orang sehingga waktu dapat diefektifkan untuk melakukan analisa lainnya.
  1. Target
Target yang dimiliki trader tidak tetap. Untuk mereka yang mengelola akun pribadi, biasanya mematok target sesuai dengan kemampuan dan waktu yang dimilikinya. Akan tetapi bagi trader yang bekerja untuk perusahaan atau banya klien, biasanya target sudah ditentukan oleh pihak pertama. Trader bertugas untuk memenuhi target tersebut tiap harinya. Hanya saja, masih belum ada hukum yang mengikat bila target tidak terpenuhi, rasa kepercayaan masih melekat pada pekerjaan tersebut.
Target pada seorang analis juga diatur oleh perusahaan yang bersangkutan. Bedanya, seorang analis tidak ditargetkan jumlah profit yang didapat dalam satu hari. Mereka lebih ditekankan pada kondisi  yang akan terjadi pada satu hari ini. Selain itu, analis ditargetkan untuk mengetahui apa yang terjadi bila pidato seorang Gubernur Bank Sentral dibacakan. Hal ini akan mempengaruhi sikap yang akan diambil oleh para trader nantinya.
  1. Beban kerja
Pekerjaan seorang trader lebih ringan bila dibandingkan analis. Mereka hanya bertransaksi dan fokus pada satu atau 2 mata uang saja. Setelah selesai trader biasanya menggunakan prediksi untuk digunakan di hari berikutnya, atau bisa juga melakukan backtest. Yang cukup berat adalah ketika seorang investor ingin menggunakan swap yang lama.
Sedangkan untuk seorang analis, mereka harus memproyeksikan seluruh kondisi pasar yang ada agar bisa digunakan oleh para trader. Hanya saja bila pasar tutup hari Sabtu hingga Minggu, mereka telah bebas dan tidak dibebankan dengan prediksi jangka panjang seperti swap. Biasanya tugas mereka sangat padat tetapi selesai dalam satu waktu yang singkat.
  1. Pengalaman

Seorang trader tidak perlu sebagai orang yang memiliki pengalaman yang banyak. Sebab, mereka sebagai eksekutor saja, tergantung dengan pengendalian diri yang mereka lakukan. Sedangkan seorang analis adalah posisi yang membutuhkan pengalaman kerja yang cukup banyak karena pekerjaannya sangat krusial. Seorang analis bisa menjadi serang trader, tetapi seorang trader belum tentu bisa menjadi seorang analis.
Share this article :

FBS - broker Forex yang bisa dipercaya

Dapatkan keuntungan di Forex dengan adalah FBS mudah dan nyaman! Kami selalu menawarkan kondisi terbaik di pasar Forex untuk trader pemula dan trader yang sudah punya pengalaman. FBS adalah broker yang ideal untuk memulai kehidupan Anda di Forex. FBS terus berkembang dan telah menjadi pemimpin di pasar Asia. Trader kami telah mendapatkan jutaan dolar di Forex, jadi buktikan sendiri saja!

Entri Populer