Bonus

Headlines News : Forex-Indonesia.net adalah IB dan partner Broker Forex FBS Market di Indonesia.

Earn risk-free

Home » , , » Mengenal Metode Hedging Forex Yang Wajib Diketahui

Mengenal Metode Hedging Forex Yang Wajib Diketahui

Written By Mr. Forex Pro on Selasa, 08 Desember 2015 | 08.52

Mengenal Metode Hedging Forex Yang Wajib Diketahui
Ketika kita hendak memasuki dunia bisnis, bayangan kita pertama-tama adalah keuntungan yang mungkin kita raih. Untuk mencapai titik ini, sayangnya, selalu ada proses dan hambatan dalam praktiknya. Hal ini terjadi tentu dalam semua aspek usaha. Tak terkecuali pada forex trading. Sekalipun keuntungannya lebih mudah untuk diperoleh, resiko yang besar juga mengikuti forex trading ini. Untuk menghadapi resiko ini, ada beberapa teknik yang digunakan oleh trader. Salah satunya adalah metode hedging.
Siapapun yang mengenal proses transaksi valas, tentu tahu bahwa kerugian tidak terhindarkan dalam transaksinya. Pergerakan yang cepat memungkinkan kita meraih profit pada satu sisi, lalu loss pada waktu yang lainnya. Oleh karena itu, forex trader memilih salah satu metode untuk menyiasatinya lewat metode hedging. Metode hedging berfungsi untuk memastikan agar kita selalu meraih profit dan menghindari lossnya. Sekalipun, artinya pula, keuntungan yang kita peroleh menjadi tidak maksimal.
Hedging secara terminologi diartikan sebagai “mengunci nilai.” Cara bertransaksi dengan metode hedging ini adalah dengan membuka kedua posisi, baik buy dan sell, secara bersamaan. Hal ini dilakukan ketika kita tidak yakin kemana arah grafik transaksi akan bergerak, sehingga kita mengamankan transaksi dengan membuka kedua posisi tersebut. Apabila nilai valas yang kita prediksikan menguat, tentu kita akan membuka posisi sell. Namun, apabila ternyata nilai tersebut justru melemah, maka kita akan mengalami kerugian.
Untuk memperkecil kerugian ini, atau untuk memperoleh keuntungan, kita juga bisa membuka posisi buy, hingga kita memperoleh pips yang lebih besar. Dengan begitu, profit yang telah kita dapatkan dikurangi dengan loss sebelumnya dan kita tetap memperoleh profit, walaupun tidak maksimal.
Misalnya, kita buka posisi buy dan sell dengan lot size yang sama. Lalu, kita bisa melihat pergerakan nilai valas. Kalau nilai valas bergerak naik, maka pada order sell, kita akan mengalami kerugian. Katakanlah sebesar 10 point. Segera kita tutup agar tidak menambah kerugian. Sedangkan, order buy kita tentu akan mendatangkan profit dan kita bisa membiarkan order buy tetap terbuka hingga profit bisa menutupi kerugian pada order sell. Kalau profit sudah mencapai 40 point, maka kita tutup sehingga profit yang diperoleh adalah 30 poin. Tentu saja, skenarionya akan berbeda apabila terjadi bouncing pada nilai valas.
Apakah terlihat mudah? Rasanya memang tampak seperti forex trading yang tidak bisa rugi, tetapi metode ini juga memiliki kelemahannya sendiri. Yang pasti, sebelum menggunakan teknik hedging ini, kita harus mempunyai target dan skenario yang akan terjadi, sehingga kita tahu kapan akan menutup salah satu posisi pada saat yang tepat dan meminimalisir kerugian. Karena kalaupun kita telah mengunci salah satu posisi, pergerakan nilai valas bisa jadi malah berbalik dan kita akan tetap mengalami kerugian.
Kelemahan lain dari metode ini adalah apabila tren nilai valas di market sedang bergerak tidak menentu. Hal ini membuat kita akan sulit untuk mengunci posisi kita. Bisa saja ketika kita telah mengunci posisi buy yang tengah mengalami kerugian, nilai valas tiba-tiba menguat, sehingga posisi sell yang terbuka juga mengalami kerugian. Apabila hal ini terjadi, maka sebaiknya kita menutup kedua posisi hingga tren market bergerak stabil.
Oleh karena teknik hedging ini bisa jadi memakan waktu yang lama, lebih baik menentukan time frame saat bertransaksi. Time frame yang disarankan tidak lebih dari H1 (1 jam). Karena memperpanjang waktu transaksi bisa berimbas kepada kerugian yang lebih besar, sehingga kita akan butuh waktu untuk menutupi kerugian yang terjadi. Kalau kita menggunakan layanan dari perusahaan broker yang membebankan bunga swap (bunga menginap), maka secara otomatis kita akan dibebankan bunga tersebut apabila transaksi lebih dari 24 jam.
Kita juga harus mampu mengendalikan emosi saat bertransaksi. Dua kemungkinan antara loss dan profit tentu menimbulkan dilema tentang waktu yang tepat untuk menutup order. Bisa jadi, karena menginginkan profit yang lebih tinggi, kita terus membuka salah satu order sehingga apabila terjadi bouncing, kita malah mengalami kerugian yang lebih besar. Walaupun begitu, bermain forex trading tentunya harus memiliki kematangan emosi agar tidak terjadi keputusan yang terburu-buru.

Share this article :

FBS - broker Forex yang bisa dipercaya

Dapatkan keuntungan di Forex dengan adalah FBS mudah dan nyaman! Kami selalu menawarkan kondisi terbaik di pasar Forex untuk trader pemula dan trader yang sudah punya pengalaman. FBS adalah broker yang ideal untuk memulai kehidupan Anda di Forex. FBS terus berkembang dan telah menjadi pemimpin di pasar Asia. Trader kami telah mendapatkan jutaan dolar di Forex, jadi buktikan sendiri saja!

Entri Populer