Bonus

Headlines News : Forex-Indonesia.net adalah IB dan partner Broker Forex FBS Market di Indonesia.

Earn risk-free

Home » , , » Berbagai Data dan Berita Yang Mempengaruhi Bisnis Forex

Berbagai Data dan Berita Yang Mempengaruhi Bisnis Forex

Written By Mr. Forex Pro on Minggu, 20 Desember 2015 | 10.35

Berbagai Data dan Berita Yang Mempengaruhi Bisnis Forex
Berbagai situasi ekonomi dapat mempengaruhi bisnis seperti apapun. Begitu pula perdagangan forex di pasar modal. Bahkan, fluktuasinya bisa lebih tinggi daripada harga perdagangan lainnya. Hal ini dikarenakan perdagangan ditentukan oleh reaksi trader terhadap kondisi perekonomian. Ketakutan atau tingkat kepercayaan pada satu tren pasar dapat memicu aksi jual atau beli mata uang oleh trader. Apalagi, adapula trader yang memilih bertransaksi pada time frame yang pendek, meningkatkan jumlah transaksi setiap hari.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi bisnis forex. Salah satunya adalah berita ekonomi yang menjadi acuan untuk analisa fundamental pada trading. Pengulasannya dapat dilihat di bawah ini;
  1. NFP (Non- Farm Payrolls)
NFP dikatakan berita ekonomi yang paling berpengaruh pada pergerakan harga mata uang. Di pasar forex, nilai mata uang bahkan bisa meningkat hingga ratusan point oleh data statistik ini. NFP merupakan suatu data statistik yang diriset, dicatat, dan dilaporkan oleh U.S. Bureau of Labor Statistic (Biro Statistik Tenaga kerja Amerika Serikat), yang berfungsi untuk menunjukkan jumlah total tenaga kerja US yang digaji pada setiap bisnis, kecuali pegawai pemerintah, karyawan usaha rumahan, karyawan pada organisasi non-profit pemberi bantuan bagi individu, dan karyawan dalam bidang pertanian.
Data reportase bulanan ini juga termasuk perhitungan pada rata-rata hari kerja per minggu dan pemasukan mingguan rata-rata semua karyawan non-pertanian. Sedangkan, jadwalnya adalah hari Jum’at pertama setiap bulan pada pukul 19.30 WIB.
  1. Gross Domestic Product (GDP)
GDP bukan lagi kata yang asing, bahkan bagi orang-orang non-finansial. Singkatnya GDP adalah pengukuran secara moneter tentang total nilai produk dan jasa yang dihasilkan dalam satu periode waktu, biasanya per kuartal atau per tahun. Nilai GDP ini biasanya dirilis pada pukul 08.30 EST (Eastern Time – waktu New York).
  1. PPI (Producers Price Index)
PPI merupakan salah satu indikator pengukur tingkat inflasi. Singkatnya. PPI adalah beban index harga yang diukur pada harga grosir atau mengukur jumlah barang yang diterima produser. Indikator ini juga diekspektasi mempunyai pengaruh yang besar pada volatilitas harga. Berlawanan dengan PPI, ada pula indikator yang mengukur tingkat perubahan harga barang tetap dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakan perkotaan. Dengan kata lain, indikator ini merupakan indikator dari sisi konsumer. Namun, intensitas pengaruhnya terhadap volatilitas harga masih diperkirakan.
  1. Trade Balance
Sederhana saja, trade balance merupakan selisih antara jumlah barang yang diimpor dengan jumlah barang yang diekspor oleh suatu negara. Kalau nilai impor lebih besar dari nilai ekspor, berarti negara tersebut mengalami trade defisit. Tingkat keseimbangan perdagangan ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan ekonomi satu negara dalam kaitannya dengan negara lain. Semakin positif nilai trade balance ini, maka semakin menguat nilai mata uang negara tersebut. Trade balance ini terutama memiliki dampak yang tinggi pada pergerakan mata uang USD.
  1. Average Earning Index (AEI) dan Retail Price Index (RPI)
Index ini berfungsi untuk mengukur perubahan pada nilai buruh rata-rata per jam, maka AEI disebut pula dengan Labour Cost Index (LCI). Informasi tentang pendapatan buruh ini biasanya dihubungkan dengan tingkat inflasi dengan bantuan indikator lainnya, yaitu RPI. Anda dapat mengindikasikan bahwa upah mengalami kenaikan lebih cepat daripada harga barang apabila AEI meningkat lebih cepat daripada RPI. Sekalipun kondisi ini merupakan indikasi naiknya nilai inflasi, peningkatkan AEI ini dapat mempengaruhi akselerasi mata uang suatu negara di pasar modal. Berita mengenai AEI ini biasanya ditayangkan oleh Inggris dan Kanada.
Sedangkan, RPI merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur perubahan pada biaya kebutuhan sehari-hari, yang mengacu pada perubahan harga barang dan jasa yang digunakan sehari-hari, seperti makanan, perumahan, barang kebutuhan rumah tangga, ongkos angkutan umum, dan lain-lain.
  1. Chicago PMI (Purchasing Manager’s Index)
Indikator ini khusus dikeluarkan oleh Amerika Serikat, yang mengukur tingkat kesehatan ekonomi berdasarkan tingkat pengeluaran para purchasing manager pada industri manufaktur. Ada lima indikator yang digunakan pada index PMI, yaitu permintaan baru, tingkat inventoris, produksi, pengiriman suplier, dan lingkungan pekerjaan.
  1. Interest Rates Statement
Setiap bulan, Bank Sentral akan mengumumkan kebijakan tingkat suku bunga, yang akan menentukan besarnya suku bunga deposito, kredit, tabungan, dan kebijakan pinjam-meminjam lainnya di suatu negara. Hal ini tentunya tidak terpisah dari indikator ekonomi lain yang akan menunjukkan tingkat kesehatan ekonomi pada negara tersebut.
Selain ketujuh berita yang disebutkan, ada banyak indikator lain yang dapat mempengaruhi pergerakan harga pasar. Namun, beberapa berita memiliki tingkat pengaruh yang tidak terlalu tinggi sehingga hanya menimbulkan pergerakan yang rendah.

Share this article :

FBS - broker Forex yang bisa dipercaya

Dapatkan keuntungan di Forex dengan adalah FBS mudah dan nyaman! Kami selalu menawarkan kondisi terbaik di pasar Forex untuk trader pemula dan trader yang sudah punya pengalaman. FBS adalah broker yang ideal untuk memulai kehidupan Anda di Forex. FBS terus berkembang dan telah menjadi pemimpin di pasar Asia. Trader kami telah mendapatkan jutaan dolar di Forex, jadi buktikan sendiri saja!

Entri Populer