Bonus

Headlines News : Forex-Indonesia.net adalah IB dan partner Broker Forex FBS Market di Indonesia.

Earn risk-free

Home » , , » Belajar Manajemen Risiko Dalam Trading Forex

Belajar Manajemen Risiko Dalam Trading Forex

Written By Mr. Forex Pro on Selasa, 22 Desember 2015 | 01.44

Belajar Manajemen Risiko Dalam Trading Forex
Bisnis Forex merupakan bisnis yang mana setiap transaksinya memiliki resiko yang cukup besar. Hal ini diperlihatkan dari sejumlah trading yagndilakukan seorang trader terkadang hingga membabat habis modal yang dia miliki. Alhasil setiap trader penting memiliki manajemen resiko dalam trading. Manajemen resiko adalah cara untuk mengukur besarnya resiko yang akan ditimbulkan dari posisi yang akan ditutup. Trader bisa saja bebas menentukan jumlah resiko yang akan dia ambil hanya saja perlu konsisten dalam menyelesaikannya.
Fungsi utamanya adalah menghindari kerugian yang besar dalam suatu waktu. Selain itu manajemen resiko juga bisa menjadi peredam ketamakan. Sebab orang yang menggunakan manajemen resiko akan terbatas di transaksi yang sudah memiliki batas resiko yang bisa diambil. Manajemen resiko yang baik dan konsisten akan meningkatkan kualitas profit para trader. Metode ini juga tidak sama dalam setiap transaksi, berikut beberapa di antaranya
Manajemen resiko di setiap transaksi
Resiko total equity
Resiko pada setiap transaksi sepenuhnya berada di bawah tangan Anda. Oleh karena itu berlaku bijak adalah hal yang sangat diperlukan ketika bertransaksi. Salah satu caranya dengan memasang batasan resiko. Untuk seorang profesional, biasanya hanya dibatasi maksimal hingga 20-30% saja resiko. Selebihnya bisa Anda lakukan jika memang merasa cukup baik dalam transaksi.
Resiko per entry posisi
Keadaan ini dapat ditemui setelah menentukan besaran batas resiko yang akan diambil. Seorang trader kemudian bisa membuat stop loss untuk membuka posisi. Hanya saja dia hanya perlu konsisten degnan apa yang telah diambil. Jangan sekali-kali trergiur, sebab pasar bisa saja berubah ke trend yang berkebalikan ketika Anda menggeser posisi trading.
Menggeser posisi menyebabkan kerugian yang tidak bisa diprediksi. Sebab, resiko kerugian akan dihitung per entry posisi. Maksudnya semakin besar resiko yang Anda ambil, maka frekuensi trading yang dilakukan akan semakin kecil. Usahakan untuk memiliki frekuensi trading yang kecil, sehingga akan membantu Anda dalam menghindari resiko yang cukup besar.
Pengertian mengenai resiko pasar
Berbeda dengan resiko yang bisa Anda atur sebelumnya, maka resiko pasar adalah keadaan yang tidak bisa dilawan dan dikuasai oleh trader. Masalah utamanya adalah terletak pada pengertian bahwa pergerakan pasar Forex adalah dinamis dan tidak bisa diukur dengan angka. Pada suatu waktu bisa saja pasar bergerak ke arah positif tetapi secara mendadak bisa mengubah alur ceritanya menjadi negatif. Untuk mengatasinya, seorang trader perlu memiliki 3 instrumen yang antara lain adalah :
Perubahan Harga dan Volatilitas
Saat volatilitas berpotensi untuk muncul, Anda bisa langsung mengatur besarnya resiko yang mungkin akan diterima ketika melakukan sebuah transaksi. Hanya saja tidak semua mata uang memiliki pegerakan volatilitas yang sama. Prinsipnya adalah transaksi dengan mata uang yang stabil saja. Sebab, mata uang tersebut akan memenculkan besaran volatilitas yang cukup agar bisa membaca resiko. Hal ini di satu sisi akan menguntungkan Anda dalam melihat resiko yang mungkin akan diterima.
Resiko Leverage dan Margin
Leverage adalah manajemen yang dapat dilakukan ketika besaran skala modal lebih besar ukurannya dari yang disetorkan. Semakin besar leverage yang akan digunakan, maka semakin kecil jaminan yang akan disimpan. Contohnya adalah ketika akan mengambil posisi beli dan jual dengan jarak $50.000 biasanya Anda akan mendapat jaminan sebesar $5.000. hal ini cukup menguntungkan mengingat bila Anda mengalami kerugian maka jaminan tersebut akan menyelamatkan sejumlah modal yang ada.
Risk to Reward Ratio
Resiko yang satu ini berfungsi untuk menampilkan perbandingan antara posisi yang akan diambil oleh seorang trader dengan resiko yang akan diterimanya kemudian. Berbeda dengan resiko yang lain yang lebih fokus terhadap mengatur resiko agar tidak mengalami kerugian. Maka pada resiko berikut akan mengatur jmlah resiko agar dapat emperoleh keuntungan yang cukup besar.

Keuntungan yang dapat diambil berdasarkan dengan skala perbandingan antara resiko yang diterima dengan keuntungan yang bisa diambil. Misalnya dengan perbandingan 2:3, maka bisa saja keuntungan yang didapar bisa 3 kali lebih besar daripada 2 resiko. Untuk menyusunnya Anda perlu mempertimbangkan kapasitas modal. Jika memiliki modal yang cukup besar, maka beranikan diri untuk mengambil resiko yang besar. Sebaliknya kumpulkan modal Anda terlebih dahulu dengan mengambil resiko yang kecil ketika modal masih tergolong kecil.
Share this article :

FBS - broker Forex yang bisa dipercaya

Dapatkan keuntungan di Forex dengan adalah FBS mudah dan nyaman! Kami selalu menawarkan kondisi terbaik di pasar Forex untuk trader pemula dan trader yang sudah punya pengalaman. FBS adalah broker yang ideal untuk memulai kehidupan Anda di Forex. FBS terus berkembang dan telah menjadi pemimpin di pasar Asia. Trader kami telah mendapatkan jutaan dolar di Forex, jadi buktikan sendiri saja!

Entri Populer