Bonus

Headlines News : Forex-Indonesia.net adalah IB dan partner Broker Forex FBS Market di Indonesia.

Earn risk-free

Home » , , » Alasan Banyak Trader Pemula yang Merugi Dalam Forex

Alasan Banyak Trader Pemula yang Merugi Dalam Forex

Written By Mr. Forex Pro on Minggu, 20 Desember 2015 | 10.35

Alasan Banyak Trader Pemula yang Merugi Dalam Forex
Bagi para trader pemula, pasar forex dapat menjadi tempat yang penuh dengan trik yang menjebak sehingga banyak trader pemula yang merugi dalam forex. Banyak alasan di balik kegagalan trading ini. Ada baiknya trader pemula mewaspadai beberapa trik yang akan mengarahkan trader pada kegagalan trading.
  1. Mengabaikan manajemen risiko
Dalam trading yang paling mudah pun, trader masih dibayangi oleh sejumlah risiko. Oleh karena itu, trading apapun yang dipilih selalu ada strategi yang harus digunakan untuk memaksimalkan profit yang ingin diraih dan menghindari loss terlalu banyak. Tidak ada trading tanpa loss, hal itu yang pertama-tama harus ditanamkan pada benak setiap trader.
Oleh karena itu, trader harus bertrading dengan menetapkan tujuan dengan jelas. Termasuk, menargetkan risiko yang dapat dihadapi atau melakukan manajemen risiko. Bagi trader pemula, tidak melakukan manajemen risiko akan berdampak pada kerugian yang berturut-turut.
Dua aspek utama pada manajemen risiko ini adalah; pertama, menerapkan strategi risk : reward (R : R) sebesar 1:2, dengan rasio risiko lebih rendah daripada profit. Kedua, menetapkan target risiko tidak lebih 5% dari modal yang ditanamkan.
  1. Melakukan over trading
Trader yang baru pertama kali melakukan trading tentu masih merasa antusias. Apalagi, kalau trading yang pertama kali dilakukan mengalami profit, akan memicu trader menjadi emosi. Hal yang tidak diinginkan adalah melakukan over trading, mencoba transaksi berkali-kali, kadang tidak disertai dengan jeda waktu karena telah terjebak dalam keinginan untuk mendatangkan profit lebih banyak.
Banyak terjadi trader yang beberapa kali mengalami profit pada kesempatan selanjutnya justru mengalami kerugian beruntun. Kasus ini dikarenakan trading pada dasarnya menguras energi dan konsentrasi, sehingga semakin sering melakukan trading tentu saja akan memicu kelelahan. Selain itu, melakukan trading tanpa istirahat membuat trader tidak memungkinkan menganalisa harga pasar yang bisa jadi akan berubah pada saat melakukan trading. Maka, mengambil jeda penting untuk kembali melakukan trading dengan analisa yang lebih sempurna.
  1. Tidak memasang stop loss
Stop loss adalah menetapkan target loss, sehingga posisi akan tertutup secara otomatis pada harga yang telah diperkirakan apabila arah pasar bergerak berlawanan dari prediksi trader. Hal ini berfungsi untuk mencegah agar loss tidak terus bertambah sehingga menghabiskan seluruh modal trader. Bagi trader yang sudah berpengalaman, mengambil risiko tidak menetapkan stop loss bisa diimbangi dengan keahlian menentukan pergerakan harga pasar. Namun, bagi pemula, akan lebih baik untuk menetapkan stop loss agar menghindari kerugian terlalu banyak.
  1. Menetapkan leverage/margin berlebihan
Leverage adalah daya ungkit modal pada forex. Sementara leverage mempermudah trader dalam menanamkan modal pada trading, leverage dapat meningkatkan kerugian apabila trader terus-menerus mengalami loss. Perlu diketahui bahwa leverage diberikan dengan cara meminjam dari broker, sehingga apabila trader tidak hati-hati, risikonya bisa jadi jauh lebih besar daripada trading tanpa leverage.
Leverage umumnya memudahkan trader dan broker untuk mencukupkan modal awal bagi trader untuk memulai transaksi. Namun, semakin besar modal yang digunakan, tentunya risikonya akan lebih besar. Maka, penting untuk menggunakan strategi dalam membatasi trading dan mencegah loss agar “pinjaman” ini tidak tergerus oleh loss pada trading.
  1. Kurang mampu menganalisa pasar
Keahlian menganalisa pasar membutuhkan jam terbang tinggi. Setiap kerugian maupun kesuksesan pada trading merupakan media bagi trader untuk mengasah keahlian tersebut. Maka, semakin sering trader melakukan transaksi, akan semakin besar medianya untuk mempelajari pergerakan harga pasar. Oleh karena itu, trader pemula tentu mengalami kesulitan dalam menganalisa pasar forex dengan fluktuasi yang tinggi.
Untuk mempelajari analisa ini, sebaiknya para trader pemula berlatih dengan akun demo terlebih dahulu sembari mengamati pergerakan harga pasar real time, sehingga begitu terjun pada trading yang sebenarnya, trader sudah memiliki pengalaman biar tidak terlalu banyak.
  1. Kurang kepercayaan diri

Bagi trader pemula yang belum memiliki kepercayaan diri pada trading, menentukan posisi akan menjadi dilema besar. Apabila pergerakan pasar mulai naik, trader yang belum percaya diri bisa cepat menjadi cemas harga akan turun sehingga cepat-cepat menutup posisi. Trader mungkin memperoleh profit, tetapi dengan nilai yang minimal. Namun, trader yang menginginkan profit, tapi masih tidak yakin kapan harus menutup posisi pada opsi yang menguntungkan akan cenderung menunda. Hal ini bisa saja membuat harga terlanjut bouncing dan merugikan posisi trader.
Share this article :

FBS - broker Forex yang bisa dipercaya

Dapatkan keuntungan di Forex dengan adalah FBS mudah dan nyaman! Kami selalu menawarkan kondisi terbaik di pasar Forex untuk trader pemula dan trader yang sudah punya pengalaman. FBS adalah broker yang ideal untuk memulai kehidupan Anda di Forex. FBS terus berkembang dan telah menjadi pemimpin di pasar Asia. Trader kami telah mendapatkan jutaan dolar di Forex, jadi buktikan sendiri saja!

Entri Populer