Bonus

Headlines News : Forex-Indonesia.net adalah IB dan partner Broker Forex FBS Market di Indonesia.

Earn risk-free

Home » , , » 4 Fase Siklus Ekonomi Yang Berpengaruh Terhadap Bisnis Forex

4 Fase Siklus Ekonomi Yang Berpengaruh Terhadap Bisnis Forex

Written By Mr. Forex Pro on Minggu, 20 Desember 2015 | 10.35

4 Fase Siklus Ekonomi Yang Berpengaruh Terhadap Bisnis Forex
Roda selalu berputar, mungkin pepatah tersebut cocok untuk menggambarkan siklus ekonomi yang berlangsung di satu negara. Pada dasarnya, tidak ada kondisi perekonomian yang selalu stabil, bahkan di negara adidaya seperti Amerika Serikat. Selalu ada fase dimana kondisi perekonomian sedang membaik atau tengah mengalami depresi. Anda tentu ingat tentang depresi ekonomi terbesar pada 1997-1998 lalu, yang mempengaruhi hampir seluruh negara di dunia.
Oleh karena itu, para ekonom akhirnya mencoba merumuskan tahap-tahap siklus kenaikan dan penurunan ekonomi ini. Hingga, ekonom Joseph Schumpeter (1883-1950) berpendapat bahwa siklus ekonomi mempunyai 4 tahap, yaitu expansion, crisis, recession, dan recovery, yang digunakan hingga sekarang ini. Siklus ekonomi atau sering juga disebut dengan siklus bisnis (business cycle) ini merupakan fluktuasi ekonomi yang terjadi secara alami antara periode ekspansi atau pertumbuhan suatu negara dan periode kontraksi atau resesi. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah GDP, tingkat suku bunga, tingkat pekerjaan, dan pengeluaran konsumen.
Tahap-tahap siklus ekonomi yang berlaku sekarang ini adalah sebagai berikut;
  1. Expansion (Ekspansi)
Tahap ekspansi merupakan tahap dimana perekonomian mulai bangkit setelah mengalami titik terendah di tahap resesi. Oleh karena itu, tahap ekspansi ini juga disebut dengan fase perbaikan atau recovery phase. Fase ini ditandai dengan meningkatnya produksi dan tumbuhnya tenaga kerja. Ada peningkatan yang stabil dalam output, pemasukan, tingkat pekerjaan, harga, dan profit. Hal ini mendorong kepercayaan pada para pelaku bisnis sehingga meningkatkan investasi. Dengan begitu, suhu ekonomi mulai membaik dan mengarah pada puncak ekonomi.
Secara historis, ada beberapa sektor yang sukses pada tahap ini, yaitu industrial (pada awal ekspansi), industri material dasar, dan energi (pada akhir ekspansi).
  1. Peak (Puncak)
Fase puncak merupakan fase dimana fase ekspansi atau recovery sudah mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil. Ekspansi pada output, pemasukan, harga, dan profit memberikan kontribusi terbaik pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan standar hidup. Fase ini juga sering disebut sebagai prosperity phase.
Fase puncak ini ditandai dengan tingkat output dan perdagangan yang tinggi, tingkat permintaan yang tinggi, serta tingkat pemasukan dan pekerjaan yang tinggi. Selain itu, terdapat tekanan inflasi yang menyebabkan bank sentral menyesuaikan tingkat suku bunga sehingga nilai mata uang semakin menguat. Bank kredit melakukan ekspansi yang besar, optimisme bisnis secara keseluruhan, dan tingkat MEC (Marginal Efficiency of Capital) dan investasi yang tinggi. Pada fase ini, sektor yang secara historis menguntungkan pada tahap ini adalah sektor energi (sekitar awal fase), sektor hasil pokok, dan sektor jasa (mendekati akhir fase).
  1. Recession (Resesi)
Resesi terjadi ketika terdapat perlambatan dalam ekonomi. Aktivitas dalam perekomonian mulai menurun, sehingga investor juga mulai pesimis untuk berinvestasi. Fase yang juga disebut fase kontraksi ini juga ditandai dengan kenaikan dalam tingkat pengangguran serta tingkat kepercayaan konsumen yang semakin menurun. Tentu saja, pada periode ini nilai mata uang akan melemah.
National Bureau of Economic Research (NBER) mendefinisikan resesi sebagai “penurunan yang signifikan dalam aktivitas ekonomi yang tersebar pada seluruh bidang ekonomi, bertahan lebih dari beberapa bulan, normalnya tampak pada GDP, pemasukan riil, tingkat pekerjaan, produksi industrial.” Berikut sektor yang justru menuai keuntungan di masa sulit ini adalah sektor jasa (pada awal resesi), sektor utilitas, dan sektor cyclical dan transportasi (mendekati akhir resesi).
  1. Through (Lembah)
Fase ini merupakan titik terendah dari pertumbuhan ekonomi. Artinya, resesi sudah mencapai puncaknya, dimana terdapat penurunan kontinu dalam output, pemasukan, tingkat pekerjaan, harga, dan profit. Ditandai dengan GDP yang menurun, jatuhnya tingkat suku bunga, serta ekspektasi konsumen yang rendah, tepat apabila fase ini juga disebut dengan depression phase. Namun, ada beberapa sektor yang masih menghasilkan profit pada fase ini, seperti sektor cyclical dan transportasi, teknologi, dan industrial.
Namun, analis berpendapat bahwa pada masa sekarang ini, resesi puncak ini tidak akan berlangsung lama. Pada awal tahun 1930-an, terdapat periode yang disebut great depression yang terjadi di Amerika Serikat, yang menyebabkan resesi global pada negara-negara lain hingga satu dekade lamanya. Periode ini menjadi pelajaran yang baik untuk para ekonom dalam mengatasi masa depresi.

Siklus ekonomi ini penting untuk diperhatikan karena tentunya akan menyeret serta nilai mata uang, apakah akan menguat atau melemah.  
Share this article :

FBS - broker Forex yang bisa dipercaya

Dapatkan keuntungan di Forex dengan adalah FBS mudah dan nyaman! Kami selalu menawarkan kondisi terbaik di pasar Forex untuk trader pemula dan trader yang sudah punya pengalaman. FBS adalah broker yang ideal untuk memulai kehidupan Anda di Forex. FBS terus berkembang dan telah menjadi pemimpin di pasar Asia. Trader kami telah mendapatkan jutaan dolar di Forex, jadi buktikan sendiri saja!

Entri Populer