Bonus

Headlines News : Forex-Indonesia.net adalah IB dan partner Broker Forex FBS Market di Indonesia.

Earn risk-free

Home » , , » 2 Cara Menafsirkan Pola Harga Untuk Menentukan Keputusan Trading

2 Cara Menafsirkan Pola Harga Untuk Menentukan Keputusan Trading

Written By Mr. Forex Pro on Sabtu, 26 Desember 2015 | 01.03

2 Cara Menafsirkan Pola Harga Untuk Menentukan Keputusan Trading
Menganalisa pergerakan harga lewat indikator teknikal penting untuk menentukan kesuksesan trading. Indikator ini yang membantu para trader untuk mengambil keputusan saat membuka posisi. Masing-masing indikator biasanya akan memperlihatkan grafik yang menunjukkan titik-titik harga pada periode tertentu. Pola yang paling populer digunakan trader adalah candlestick, karena dianggap paling mudah untuk mendeteksi harga real time.
Grafik harga ini tidak sekadar menunjukkan pola pergerakan harga real time, tapi menjadi indikator yang baik untuk melihat situasi pasar secara keseluruhan. Misalkan saja, grafik tersebut dapat menunjukkan bagaimana reaksi pelaku pasar terhadap satu kondisi ekonomi. Selain itu, trader menggunakan pola pergerakan pasar ini karena sifatnya yang selalu berulang. Seperti halnya pola, grafik menunjukkan adanya pergerakan yang akan kembali pada bentuk grafik pada periode-periode sebelumnya.
Untuk membaca pola grafik harga ini, Anda perlu memahami pola pembalikan harga, pola berkelanjutan, dan arah tren. Dalam pola pembalikan harga, Anda perlu memperhatikan kepala dan bahu pada grafik yang menunjukkan puncak utama pada pembalikan arah harga. Pola puncak ini bisa terjadi dalam beberapa bentuk, baik puncak ganda, tigak puncak, serta pola puncak bulat. Untuk mengenali sinyal dalam pembalikan harga ini, Anda perlu melihat indikator-indikator yang Anda pakai.
Misalnya, kalau Anda menggunakan CCI, maka Anda perlu mengamati area overbought dan area oversold. Saat grafik pada CCI masuk ke salah satu area tersebut, diperkirakan harga sudah terlalu tinggi atau cukup rendah, sehingga akan terjadi pembalikan harga. Untuk mendeteksi kapan harga akan breakout, Anda bisa melihat harga bergerak pada upper band indikator Bollinger Bands atau kurva MACD yang telah berada di atas kurva sinyal yang berwarna merah dengan sudut melebar. OSMA di atas level 0.00 dan RSI berada di atas level 50 dan tidak terdapat kecenderungan divergensi bearis, serta ADX berwarna hijau yang menandai harga dominan bullish. Indikator ini menunjukkan semua syarat breakout telah dikonfirmasi dan Anda siap untuk entry posisi.
Anda juga perlu mengenal pola berkelanjutan pada grafik, yang biasanya membentuk pola tertentu, seperti segitiga yang menanjak atau menurun. Pola ini menunjukkan adanya potensi harga bullish dan mudah untuk diprediksi. Adapula pola bendera dan pennants, yang hampir mirip. Bendera mempunyai arah channel dan rally yang berlawanan. Kalau terjadi adanya channel yang menurun setelah terjadi rally yang menunjukkan harga bullish, maka pola tersebut dinamakan dengan bullish flag. Dan sebaliknya dengan bearish flag. Sedangkan, pennant mirip dengan pola flag, tetapi arah channelnya cenderung menyempit sehingga benderanya berbentuk segitiga. Terdapat banyak pola, sebaiknya Anda mempelajarinya agar mudah mendeteksi kapan harga bullish atau bearish.
Yang terakhir, arah tren. Sederhana saja, tren ini ditunjukkan pada titik-titik harga yang secara berturut-turut lebih tinggi atau lebih rendah selama rentang waktu tertentu. Fluktuasi harga dengan gerakan kecil dapat mengindikasikan harga akan mengarah ke titik puncak.
Pada dasarnya, penafsiran grafik di atas bisa dikonfirmasi dari 2 hal yang berlaku di pasar, yaitu volatilitas dan volume.
  1. Volatilitas
Pergerakan grafik sesuatu yang sulit untuk diprediksi. Namun, dengan melihat kondisi pasar, Anda dapat melihat kemana harga bergerak, apakah akan terus naik atau justru bouncing dan turun. Untuk memprediksi pergerakan harga pada periode selanjutnya, Anda dapat melihatnya dari pola volatilitas yang terjadi.
Volatilitas bisa dikatakan merupakan kondisi bearish yang mendorong harga untuk turun melawan kondisi bullish yang sebaliknya, mendorong harga untuk naik. Dengan begitu, Anda bisa melihat pola volatilitas ini dalam memprediksikan kemana harga akan bergerak. Apabila pola harga menunjukkan derajat kemiringan lebih besar daripada volatilitas, maka harga cenderung bergerak secara signifikan setelah keluar dari pola yang terbentuk sebelumnya.
  1. Volume
Selain melihat pola volatilitas, volume perdagangan juga dapat membantu Anda dalam menafsirkan grafik. Volume ini menandakan jumlah unit yang diperdagangkan. Pengukurannya didasarkan relatif pada harga pada periode lalu, sehingga perubahan dalam penjualan dan pembeliannya dapat diperbandingkan. Apabila aktivitas volume menyimpang dari norma, maka Anda akan dapat memprediksikan perubahan pada harga selanjutnya.
Anda juga dapat melihat jumlah volume yang diperdagangkan apabila harga tengah bergerak pada satu arah tren. Apabila pergerakan harga tersebut tidak diikuti dengan jumlah volume yang meningkat, maka kondisi ini tidak mendorong antusiasme pasar, sehingga kemungkinan harga akan gagal breakout.

Share this article :

FBS - broker Forex yang bisa dipercaya

Dapatkan keuntungan di Forex dengan adalah FBS mudah dan nyaman! Kami selalu menawarkan kondisi terbaik di pasar Forex untuk trader pemula dan trader yang sudah punya pengalaman. FBS adalah broker yang ideal untuk memulai kehidupan Anda di Forex. FBS terus berkembang dan telah menjadi pemimpin di pasar Asia. Trader kami telah mendapatkan jutaan dolar di Forex, jadi buktikan sendiri saja!

Entri Populer